BERAPA PROTEIN INDIGOFERA ? ANDA HARUS TAHU!

Share this :

Berapa protein indigofera ? Diantara beberapa hijauan pakan ternak indigofera termasuk yang cukup tinggi kandungan proteinnya. Setelah beberapa penelitian menyebutkan bahwa indigofera sebagai pakan yang bisa menggantikan konsentrat pabrikan. Tidak heran saat ini banyak berkembang peternak mulai menanam tanaman indiogera untuk mencukupi kebutuhan nutrisi hewan ternaknya.

Berapa protein indigofera

Kandungan Nutrisi Indigofera

Kandungan nutrisi indigofera cukup lengkap untuk kebutuhan pakan ternak. Terutama untuk pakan ternak jenis ruminansia. Di Indonesia sebagain peternak masih memanfaatkan rumput pakan ternak yang seadanya. Namun kandungan nutrisi yang ada juga masih seadanya, tidak cukup untuk mengatasi kebutuhan hewan ternak. Baru-baru ini muncul jenis indigofera zollingeriana yang cocok untuk pakan ternak baik ruminansia ataupun unggas. Kandungan nutrisi indigofera terdiri atas protein kasar 27,9%, serat kasar 15,25%, kalsium 0,22%, dan fosfor 0,18%. Kebutuhan hewan ternak terhadap nutrisi yang terkandung di pakan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang ternak.

Kandungan Protein Indigofera

Beberapa penelitian banyak menyebutkan berapa protein indigofera, dan hasilnya bervariasi. Namun untuk nilai angka rata-rata dari hasil penelitian tersebut kandungan protein indigofera sekitar 26-35%. Kandungan protein ini penting agar hewan ternak lebih cepat pertumbuhannya. Meskipun ada kadar yang harus dipenuhi agar bertumbuh dengan baik. Karena jika kandungan protein berlebihan akan pengaruh pada pencernaan hewan ternak. Protein indigofera sudah sangat bagus dibandingkan dengan jenis rumput lain untuk hewan ruminansia. Meskipun tanaman indigofera jenis zollingeriana masih sangat terbatas karena belum banyak dikembangkan.

Kandungan Indigofera

Berdasarkan penelitian Prof. Luky tentang kandungan indigofera menunjukan bahwa tanaman indigofera zollingerian sangat kaya. Meski kandungan nutrisi cukup banyak, namun perlu diketahui juga tingkat kecernaan pada hewan. Tingkat kecernaan sangat dipengaruhi oleh kandungan asam amino. Nilai Indeks asam amino esensial Indigofera adalah 21,45% lebih rendah dibandingkan asam amino bungkil kedele (36.34%) (Palupi et al., 2014). Selain itu juga perlu diperhatikan palatabilitas pakan ternak agar ternak makan dengan sempurna (lahap).

Daun Indigofera

Daun indigofera merupakan jenis leguminosa yang cocok untuk hijauan pakan ternak. Indigofera sendiri memiliki banyak jenisnya, namun untuk pakan ternak yang sesuai adalah indigofera Zollingeriana. Kandungan nutrisinya sangat baik untuk perkembangan ternak baik ruminansia atau unggas. Daun indigofera tersebut memiliki beberapa ciri yaitu daun berwarna hijau. Bentuk daun indigofera oval yang jika dilihat secara sepintas mirip dengan gamal, namun indigofera berbentuk lebih kecil. Struktur bungan indigofera zollingeriana berwarna merah danberkelompok. Meski belum banyak dikembangkan, namun saat ini bibit indigofera baik dalam bentuk biji atau polibag sudah banyak dijual.

Manfaat Indigofera

Manfaat indigofera yang sangat dirasakan adalah selain kandungan nutrisinya yang kaya protein, juga produktivitasnya yang tergolong tinggi. Selain untuk pakan manfaat indigofera juga untuk penggembur tanah atau penyubur tanah. Biasanya untuk konservasi tanah bekas tambang, indigofera biasanya ditanam. Indigofera tergolong tanaman yang tahan terhadap kekeringan dan dari hama. Sedangkan manfaat untuk pakan diantaranya bisa untuk pakan kambing, Ayam dan Kelinci.

Manfaat Indigofera Untuk Kambing

Kambing termasuk hewan ruminansia, sebagai pakan utamanya adalah jenis hijauan atau daun-daunan. Biasanya kambing jenis domba lebih menyukai pakan hijauan jenis rumput. Namun untuk kambing jawa lebih menyukai jenis hijauan jenis daun-daunan pohon. Diantara semua jenis kambing tersebut, indigofera termasuk disukai oleh keduanya baik domba atau jawa. Tingkat palatabilitas atau kelahapan terhadapa indigofera pada kambing cukup tinggi. Artinya kambing sangat suka ketika diberi makan daun indigofera. Indigofera layak dijadikan sebagai campuran ransum pakan untuk kambing dan berpengaruh pada pertumbuhan kambing. Bagi kambing penggemukan indigofera sebagai pengganti konsentrat pabrik yang dihasilkan dari tumbuhan alami. Dengan mudahnya tingginya produktivitas hujauan tanaman indigofera mampu menekan biaya pakan kambing.

Baca juga: Rumput Indigofera

Manfaat Indigofera Untuk Ayam

Ayam termasuk jenis unggas yang pemakan segalanya. Meskipun sebagian makannya tergolong jenis biji-bijian, namun ayam juga sangat suka sekali pada makanan hijauan untuk menyeimbangkan nutrisi. Manfaat indigofera untuk ayam sangat bagus untuk pertumbuhan. Kandungan indigofera yang kaya nutrisi mampu menyeimbangkan kebutuhan nutrisi ayam yang tidak mampu dihasilkan dari biji-bijian. Asam amino yang terkandung dalam indigofera mampu mempengaruhi kecernaan pada ayam. Pemberian indigofera pada ayam bisa melalui 2 cara yaitu diberikan dalam keadaan daun segar atau sudah kering (bisa berbentuk tepung). Pemberian dalam bentuk tepung dapat lebih fleksibel karena bisa dicampur dalam ransum pakan.

Manfaat Indigofera Untuk Kelinci

Manfaat indigofera untuk kelinci sudah tidak diragukan lagi, meskipun pemberian pada kelinci harus diperhatikan. Kelinci termasuk hewan yang cukup sensitif pada pakan. Sedangkan indigofera termasuk hijauan pakan ternak dengan kandungan nutrisi protein yang tinggi. Ada baiknya jika indigofera yang diransumkan pada pakan kelinci dipadukan dengan hijauan lain yang kaya serat agar tidak mengalami masalah pencernaan. Kelinci sangat menyukai daun indigofera karena termasuk jenis leguminosa. Pakan yang diberi indigofera mampu mendongkrak kandungan protein sehingga berpengaruh pada pertumbuhan kelinci.

Indigofera termasuk sumber protein nabati, meskipun kandungan nutrisi lainnya juga banyak terkandung didalamnya. Selain itu indigofera juga mengandung banyak kalsium, Fosfor dan Serat Kasar. Indigofera dapat untuk pakan jenis hewan ruminansia yaitu Kambing, Kerbau, Sapi, dll. Selain itu juga cocok untuk unggas baik ayam ataupun bebek dan entok.

Jika dimulai dari penanaman biji bisa mencapai 6 bulan usia untuk siap panen. Namun jika menenanm mulai usia tumbuh dengan panjang sekitar 40 cm mampu dipanen awal sekitar 2 bulan. Selanjutnya dapat dipanen kembali setelah 50 – 60 hari tergantung dengan kesuburan dan perawatan tanaman.