Cara Menanam Rumput Odot di Lahan Kering, Begini Solusinya

Share this :

Cara Menanam Rumput Odot di Lahan Kering. Pemberian pakan adalah elemen krusial yang mendukung kesuksesan peternakan, bersama dengan pemilihan bibit dan manajemen pemeliharaan yang baik. Menurut penelitian Hartanto (2008), sebagian besar biaya produksi peternakan, bahkan mencapai 70 persen, dialokasikan untuk pakan. Kualitas dan jumlah pakan yang tepat sangat penting untuk memastikan pertumbuhan optimal atau produksi susu yang tinggi pada ternak perah. Salah satu contoh rumput yang memenuhi standar sebagai pakan hijau adalah rumput odot. Ketika dikembangkan secara maksimal, rumput ini dapat menjadi sumber pakan yang terus menerus tersedia, berkualitas, dan terjangkau.

Tentang Rumput Odot

Rumput odot, suatu jenis rumput gajah (Pennisetum purpureum), juga dikenal dengan nama Dwarf Elephant Grass atau Mott Elephant Grass di luar negeri, mampu tumbuh baik saat musim kemarau dan di tanah yang memiliki kesuburan rendah. Awalnya ditemukan oleh Dr. W. Hanna di Georgia, AS, dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Dr. Mott dan rekan-rekannya di Florida, AS. Di Indonesia, rumput ini pertama kali dikembangkan pada tahun 2007 oleh tenaga kerja Indonesia di Kanada dan kemudian disebarluaskan di seluruh Indonesia.

Salah satu keunggulan rumput odot adalah produksi yang tinggi, terutama saat musim hujan di mana batangnya lebih lunak dan sangat disukai oleh kambing dan domba. Selain itu, rumput odot memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumput gajah. Sebagai contoh, kandungan protein kasar dalam daun rumput odot mencapai 12-14%, bahkan ada yang mencapai 17%, dengan tingkat kecernaan mencapai 65-70%. Pada musim hujan, interval pemotongan antara 30 hingga 40 hari dengan jumlah anakan rumput odot mencapai 20 anakan setiap dua kali panen.

Ciri dan Manfaat Rumput Odot

Rumput odot memiliki ciri-ciri batang yang pendek dan tidak terlalu keras, daunnya lembut dan tidak berbulu, sehingga membuat hewan ternak lebih memilihnya daripada jenis rumput lainnya. Tinggi rumput odot hanya sekitar 1 meter, dengan daun yang rapat mirip pandan. Rumput ini efisien dalam penggunaan lahan untuk penanaman, serta merupakan sumber pakan ternak yang efisien dengan kandungan protein tinggi yang membuat hewan seperti sapi, kambing, dan kerbau cepat gemuk. Pertumbuhan rumput odot juga lebih cepat dibandingkan dengan jenis rumput sejenisnya, dan mampu beradaptasi pada lahan kritis tanpa perlu perawatan khusus. Setiap rumpun rumput odot biasanya memiliki 50-80 batang, dan hampir semua bagian rumput ini dapat dimakan oleh sapi.

Keunggulan rumput odot terletak pada kandungan nutrisi yang tinggi dibanding rumput gajah, terutama dalam hal kandungan protein kasar yang mencapai 12-14%, bahkan ada yang mencapai 17%, serta tingkat kecernaan yang mencapai 65-70%. Berdasarkan penelitian, produksi rumput odot bisa mencapai lebih dari 60 ton per hektar. Pemanenan pertama biasanya dilakukan pada usia 3-4 bulan, diikuti dengan pemanenan selanjutnya setiap 50-60 hari. Kelebihan lainnya adalah rumput odot dapat disimpan hingga 3 hari tanpa perlakuan khusus, tetapi masih tetap dapat dimakan oleh sapi atau kambing dengan baik.

Mengolah Lahan Kering

Lahan kering merujuk pada area yang memiliki ketersediaan air yang terbatas, tanah yang kurang subur, dan tekstur tanah yang berpasir dengan suhu tinggi dan kelembaban rendah. Hal ini umumnya disebabkan oleh curah hujan yang rendah, menyebabkan air menjadi langka.

Dalam mengelola lahan kering, langkah awal yang penting adalah meningkatkan kualitas tanah agar produktivitasnya bisa ditingkatkan. Kualitas tanah yang baik mencerminkan kesehatan tanah, dengan sifat fisik, kimia, dan biologi yang optimal serta produktivitas yang tinggi. Tanah yang berkualitas tinggi mampu menyediakan nutrisi, air, dan udara yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas lahan serta memiliki ketahanan yang baik terhadap degradasi.

Cara Menanam Rumput Odot di Lahan Kering

Beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi kendala di lahan kering antara lain mencari sumber air alternatif, memberikan informasi tentang kondisi lahan dan cara penanganannya kepada pemerintah, swasta, dan masyarakat, mengelola sumber daya air secara terpadu, serta meningkatkan sistem penampungan air hujan seperti embung.

Rumput odot merupakan tanaman dengan akar yang kuat dan dalam, tahan terhadap kekeringan, namun perlu perhatian khusus di daerah lahan kering yang membutuhkan peningkatan unsur hara dalam tanah. Selain menerapkan solusi di atas, kehadiran tanaman-tanaman rindang di sekitar juga penting untuk menambah kelembaban tanah. Cara menanam rumput Odot di lahan kering perlu mempertimbangkan kelembaban tanah. Tanaman-tanaman tersebut dapat dijadikan tumpang sari dengan rumput odot, seperti Indigofera dan Trichantera Gigantea, yang juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Baca juga: Trichantera Gigantea

Menanam Rumput Odot

Pembibitan Odot

Jika Anda mendapatkan benih dari taman Anda sendiri, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih benih untuk ditanam agar benih tersebut dapat tumbuh dengan baik. Berikut adalah tips memilih benih rumput odot yang berkualitas:

  • Pilih benih yang berasal dari tumbuhan yang sehat.
  • Pastikan batangnya besar dan padat.
  • Perhatikan jumlah anakan atau ruas yang cukup pada benih.
  • Pastikan benih terpenuhi kebutuhan airnya.

Menanam Rumput Odot

Untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan rumput odot berjalan optimal, berikut adalah langkah-langkah persiapan lahan yang perlu dilakukan:

  • Melakukan penyiangan tanah dengan metode bajak atau cangkul hingga kedalaman 20-30 cm.
  • Membersihkan lahan dari gulma dan tanaman lain yang tumbuh. Langkah ini juga berguna untuk mencegah serangan hama dan penyakit setelah penanaman rumput odot.
  • Membuat gundukan sebagai bedengan dan cekungan di sebelahnya untuk saluran air. Ini berguna untuk mencegah genangan air dan sebagai saluran drainase saat penyiraman.
  • Tinggi dan lebar gundukan serta saluran air sekitar 30 cm.
  • Menyiram bedengan hingga tanah menjadi basah dan lembab. Terutama saat cara menanam rumput Odot di lahan kering.
  • Menanam bibit rumput odot dalam bentuk stek dengan 3 ruas, dimana 2 ruas ditanam di dalam tanah di tengah gundukan dan 1 ruas di luar. Jarak antar tanaman dalam barisan sekitar 50-75 cm, sedangkan jarak antar barisan sekitar 75-150 cm.

Perawatan Rumput Odot

Langkah awal adalah melakukan penyiangan. Penyiangan menjadi langkah penting guna memastikan nutrisi yang terdapat dalam tanah terserap dengan baik oleh rumput odot. Lakukan penyiangan secara teratur terutama saat tanaman masih berusia di bawah 2 bulan.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan penggemburan. Disarankan untuk melakukan penggemburan setelah rumput odot dipangkas. Penggemburan dapat dilakukan menggunakan cangkul pada bedengan setiap kali selesai melakukan pemangkasan untuk panen. Tujuannya adalah agar rumput yang sudah dipanen dapat terus tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Tahapan berikutnya adalah penyiraman. Penyiraman harus dilakukan secara rutin, terutama saat tanaman masih dalam tahap pertumbuhan awal. Penting untuk menyiram tanaman saat musim kemarau. Namun, pada musim hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan kecuali jika tanah terlihat kering.

Lakukan pemupukan, yang disarankan untuk rumput odot adalah menggunakan pupuk organik. Pupuk organik terbukti efektif dalam memberi nutrisi pada tanaman tanpa menimbulkan dampak negatif pada tanah, seperti pemadatan tanah, kehilangan mikroorganisme tanah yang alami, dan membuat tanah menjadi miskin nutrisi, serta mengurangi dampak buruk pupuk kimia lainnya.

Cara Panen Rumput Odot

Saat pertama kali menanam Rumput Odot, panen dapat dilakukan setelah 60-70 hari atau ketika batang sudah mencapai ukuran ruas 30-40 cm. Panen lebih awal akan menghasilkan hasil yang berbeda dibandingkan dengan panen pertama yang dilakukan saat rumput sudah tua.

Tanda bahwa rumput sudah siap dipanen adalah adanya ruas pada batang dengan ukuran minimal 15 cm dan daun bagian bawah mulai menguning. Pada musim penghujan, umur panen sekitar 35-40 hari, sedangkan pada musim kemarau, umur panen berkisar antara 40-50 hari.

Ketika memotong, pastikan untuk memotong pendek sejajar dengan permukaan tanah. Pemotongan yang tinggi akan menghasilkan batang yang lebih kecil, dan jika terus terkena hujan, batang tersebut dapat membusuk dan mati. Setelah panen kedua dan seterusnya, jumlah anakan dalam satu rumpun minimal harus mencapai 40 batang. Potensi produksi dapat mencapai 15 kg per rumpun jika tanahnya memiliki asupan hara yang cukup baik.

Proses panen Rumput Odot cukup sederhana. Anda dapat memotong rumput dengan menyisakan 5-10 cm batang, lalu menyiramnya dengan pupuk organik agar daun dapat tumbuh kembali. Panen dapat dilakukan setelah rumput berumur 25-30 hari. Jika terlalu lama dipanen, rumput akan menjadi tua dan kering, yang membuat hewan ternak enggan mengonsumsinya.