Jual Bibit Indigofera Jawa Timur

Harga Benih Indigofera hubungi 0811 2878 202

Share this :

Harga Benih Indigofera

Harga Benih Indigofera hubungi 0811 2878 202 dengan kualitas yang terjamin keasliannya dan berkualitas. Perkembangan peternakan untuk pertumbuhan ekonomi menyumbang sangat sedikit sekali dari tahun ke tahun. Dilansir dari kementerian koordinator ekonomi, sepanjang tahun 2021 subsektor peternakan hanya mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan mengalami pertumbuhan sebesar 0,34% (yoy) dengan kontribusi sebesar 1,58% terhadap PDB.Hal ini menunjukan bahwa dunia peternakan kurang mendapat perhatian khusus baik dari sisi riset dan perkembangan ternak itu sendiri. Disisi lain pertanian dan peternakan merupakan kunci dari kemandirian pangan.

Fenomena saat ini banyak krisis pangan yang dialamai berbagai negara. Sumber daya alam indonesia sangat berpotensi untuk menjadi penyumbang kekayaan pangan dunia. Negara agraris dengan bentangan khatulistiwa membuat berbagai macam tanaman mudah bertumbuh dan kesediaan pakan untuk hewan ternak juga mudah didapatkan.

Harga Benih Indigofera

Perkembangan peternakan harus mampu dikembangkan sebagai penghasil pangan dengan sumber protein alternatif. Selain ekonomi, sumber pangan tersebut juga mampu mendorong pertumbuhan kualitas manusia melalui pemenuhan gizi. Tingginya angka stunting di indonesia dapat disinyalir karena kurangnya kebutuhan gizi. Bisa disebabkan keterjangkauan daya beli terhadap sumber protein atau ketersediaan yang terbatas sehingga suply sedikit. Sumber protein alternatif dengan biaya yang cukup murah adalah pemeliharaan hean ternak ruminansia.

Jenis-jenis Hewan Ruminansia

Hewan ruminansia ialah herbivora dengan mekanisme pencernaan yang terdiri jadi dua babak atau cara. Karena kekhasan dalam mekanisme pencernaan makanan, walau tidak seluruhnya hewan yang masuk kelompok herbivora disebutkan sebagai hewan dengan 2 babak makan, karena tidak seluruhnya tipe hewan pemakan tumbuhan mempunyai pencernaan ini. Contoh yang termasuk hewan ruminansia adalah:

Baca juga: Bibit Rumput Odot

  • Jerapah
  • Okapis
  • Rusa
  • Chevrotains
  • Sapi
  • Antelop
  • Domba
  • Kambing

Kambing dan domba merupakan contoh hewan yang memasyarakat untuk dipelihara di Indonesia. Tingkat produktifnya lebih pesat dan kemudahan dalam pemeliharaannya untuk masyarakat kelas bawah sekalipun. Sapi juga banyak dijumpai, namun sebagian besar jenis ruminansia ini banyak dikembangkan oleh industri besar sebagai penghasil susu. Sebagai pemakan hijauan, jenis kambing dan domba sangat mudah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sumber protein hewani. Namun beberapa kendala yang muncul dari peternakan ini adalah ketersediaan hijauan pakan ternak dan bibit yang unggul.

Hijauan pakan ternak yang berkembang pada masyarakat umum mengandalkan jenis-jenis yang mudah tumbuh, bahkan sejenis gulma bagi petani. Kualitas hijauan yang kadang masih kurang mendukung dari sisi nutrisi yang terkandung. Ternak tetap bertumbuh tapi kurang optimal karena hanya mengandalkan hijauan seadanya. Secara umum hijauan pakan ternak yang berkembang di Indonesia adalah jenis rumput-rumputan. Kurangnya riset hijauan lain yang menyebabkan pengetahuan peternak sangat terbatas yang hanya berkecimpung itu-itu saja. Maka akibat kurang optimalnya nilai gizi tersebut, tidak seimbang dengan kebutuhan pangan sumber protein yang selalu bertumbuh demografinya.

Baru-baru ini mulai banyak riset tentang tanaman hijauan pakan ternak jenis Leguminosa. Hijauan yang banyak kandungan nutrisinya tersebut dimungkinkan sebagai ganti konsentrat yang selama ini digunakan peternak untuk mempercepat pertumbuhan yang optimal. Indigofera merupakan jenis leguminosa yang sangat cocok untuk pakan ternak tersebut. Selain kandungan nutrisi yang bagus, juga mudah berkembang diwilayah iklim tropis seperti indonesia.

Indigofera Zollingeriana

Jenis Indigofera zollingeriana sebagai pakan ternak sudah hasilkan beragam data dan info yang memberikan kemampuannya untuk sumber pakan berkualitas tinggi. Data yang sudah dihasilkan diantaranya daya produksi, formasi gizi, konsumsi dan kecernaan. Pendayagunaannya dapat sebagai suplemen pakan atau sebagai pakan tunggal. Tanaman Indigofera zollingeriana didapati memiliki kandungan protein tinggi. Maka dari itu memiliki potensi diolah dan diekstraksi untuk menghasilkan konsentrat protein yang bisa dipakai untuk memicu daya produksi ternak.

Indigofera mengandung nutrisi hingga 25-30% dengan tanin yang rendah hingga aman untuk ternak. Tinggakat TDN yang tinggi sehingga memudahkan terjadi penyerapan pencernaan ternak. Beberapa keunggulan menjadikan indigofera sebagai konsentrat hijau antara lain:

Harga Benih Indigofera
  • Pertama, Berbahan hijauan legum dan tanaman pakan berdaun lebar secara kuantitas mudah didapat dalam jumlah besar.
  • Kedua, Berbahan asli lokal sehingga mudah didapat dan ditanam didaerah tropis seperti Indonesia. Tidak bergantung pada negara lain atau impor yang sangat sensitif terhadap perubahan atau fluktuasi harga.
  • Ketiga, Tanaman indigofera bisa dijadikan tanaman pagar atau tumpangsari dengan tanaman pangan lain karena bisa saling mendukung secara nutrisi tanah.
  • Keempat, Indigofera masih bisa dicampur dengan hijauan lain dalam satu area untuk memaksimalkan lahan yang tersedia.
  • Kelima, Dalam cuaca ekstrim kemarau, indigofera relatif mampu bertahan ketika terjadi kelangkaan air. Perakaran yang cukup kuat mampu menghasilkan hara didalam tanah dengan mengikat nitrogen dari udara.
  • Keenam, indigofera dapat ditanam diberbagai lahan, baik tegalan, pematang, DAS , dll.

Cara Tanam Indigofera

Penanaman indigofera dari biji indigofera sangat dianjurkan karena akan mampu menembuhkan perakaran yang lebih kuat. Ketahanan produktif indigofera mampu bertahan hingga 15 tahun. Dengan perawatan pemangkasan dan pemupukan yang baik, maka hasil panen bisa dimaksimalkan. Estimasi dalam 1 pohon mampu memproduksi sebanyak 1-2 kg daun segar. Jarak tanam yang ideal 1,5 m, bahkan bisa dimaksimalkan 1 m jika ingin memaksimalkan lahan yang tersedia.

Baca juga: Bibit Rumput Pakchong

Indigofera zollingeriana bisa digunakan sebagai pakan ternak yang kaya nitrogen, fosfor dan kalsium. Indigofera zollingeriana baik sekali digunakan sebagai hijauan pakan ternak dan memiliki kandungan protein kasar 27,9%, serat kasar 15,25%, kalsium 0,22%, dan fosfor 0,18%. Salah satunya contoh bukti riil kegunaan Indigofera ialah Pemberian indigofera pada kambing di Lolit Kambing Potong Sumatra Utara.

Pemberian pakan indigofera sekitar 1,5 kg/ hari pada ternak kambing, berpengaruh pada tambahan berat 60-80 gr per ekor setiap hari. Bila pemberian indigofera ditambahkan pakan konsentrat, tambahan beratnya sekitar di antara 95-100 gr per ekor setiap hari. Satu ekor kambing memerlukan pakan indigofera sekitar 1,5 kg. Bila petani memelihara 10 ekor kambing, keperluan indigofera sebagai pakan tambahan sekitaran 10 tangkai/pohon setiap hari. Karena, 1 tangkai hasilkan kurang lebih 1,5 kg indigofera. Karena tanaman indigofera baru dapat dipanen kembali 60 hari selanjutnya, karena itu petani yang memelihara 10 kambing harus menanam indigofera 600 tangkai. Untuk menangani kebatasan tempat penanaman indigofera, petani dapat menanamnya di tempat lahan pekarangan atau sebagai pagar pemisah lahan atau halaman.

Beberapa keunggulan dari tanaman indigofera ialah :

  • Memiliki kandungan protein yang lebih tinggi hingga baik untuk penggemukan ternak.
  • Mempunyai nilai kecernaan yang lebih tinggi hingga semakin lebih banyak gizi yang terserap oleh ternak dibanding yang kebuang bersama kotoran.
  • Kandungan mineralnya benar-benar bagus terhadap keperluan ternak. Dapat menolong perkembangan ternak lebih maksimal.
  • Kandungan taninnya benar-benar rendah sekitar di antara 0,6 – 1,4 ppm (jauh di bawah tingkat yang bisa memunculkan karakter anti gizi). Rendahnya kandungan tanin ini berpengaruh positif pada palatabilitasnya (diminati ternak).
  • Produksi pakan Indigofera pada sebuah hektar dapat hasilkan 12 ton per 1x panen. Sementar, waktu tanam yang diperlukan 40 sampai 50 hari dengan harga Rp 400/kg, hingga bisa hasilkan Rp 4,8 juta per 1x panen atau Rp 3,6 juta /bulan. Diharap dengan keunggulan ini dapat membuat lapangan pekerjaan baru di perdesaan, karena Indigofera ini gampang diperbudidayakan dan tahan pada keadaan kering.
  • Produksi hijauan /tahunnya yang semakin lebih tinggi dibanding tanaman sejenis yang lain dan dapat panen sampai 9x /tahun, dan mempunyai protein yang tinggi sekali. Hewan peternak lain juga dapat konsumsi pakan ternak ini karena tidak mempunyai bahan yang beresiko untuk ternak.
  • Tanaman ini juga bisa berperan sebagai pelestarian lokasi karena bisa sebagai tanaman penahan erosi dan dapat membenahi susunan tanah.
  • Toleran dengan wiilayah kurang air, hingga budi daya tanaman indigofera benar-benar pas untuk menjadi alternative pakan ketika musim kemarau.