Harga Bibit Rumput Pakchong

Harga Bibit Rumput Pakchong Murah

Share this :

Harga bibit rumput pakchong hubungi kami di 0811 2878 202 MURAH dan ASLI agar terpenuhi kebutuhan nutrisi hewan ternak. Baru-baru ini banyak dijumpai berbagai jenis hijauan pakan ternak. Rumput pakchong salah satu jenis rumput yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan rumput Odot, rumput gajah, dll. Secara umum, pakan ternak terdiri dari 3 jenis, yaitu :

  1. Leguminosa
  2. Rumput dan
  3. Limbah pertanian.

Jenis rumput masih dominan untuk dijadikan pakan ternak, namun rumput memiliki nutrisi yang terbatas dan produktifitasnya pendek.

Rumput Pakchong

Rumput pakchong adalah jenis rumput dari hasil persilangan rumput gajah (Pennisetum Purpureum Schumach) dengan Pearl Millet (Pennisetum Glaucum). Pakchong rumput yang ditemukan oleh Prof. Dr. Krailas Kiyothong dengan lahan penelitiannya di daerah Pak Chong, Thailand. Rumput pakchong masuk dalam jenis rumput hibrida interspecific karena dapat menghasilkan banyak anak, daun, dan bisa tumbuh lebih cepat dengan potensi biomassa yang tinggi.

Pearl Millet (Pennisetum Glaucum) yang merupakan jenis silangan tersebut termasuk jenis tanaman serealia dengan sifat tahunan, tahan kekeringan, juga kuat terhadap serangan hama dan penyakit. Rumput pakchong menjadi pilihan jenis rumput yang memiliki keunggulan nutrisi dan produktifitasnya yang lebih dari rumput lainnya.

Kandungan Nutrisi Rumput Pakchong

Kandungan rumput pakchong memiliki kadar protein kasar sebesar 16,5 %. Protein rumput pakchong tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan jenis rumput Odot (14%) dan jenis rumput gajah (10%). Kandungan protein rumput pakchong yang tinggi, juga sangat disukai hewan ternak ruminansia (palatabilitas). Tanaman pakchong menjadi pilihan bagi peternak untuk memaksimalkan ketersediaan hijauan pakan ternak.

Harga Bibit Rumput Pakchong

Harga rumput pakchong per ton saat ini bervariasi, kisaran diharga Rp. 800 per kilo dengan kondisi rumput segar atau daun basah. Harga tersebut akan bervariasi menurut musim dan kelangkaan bahan. Rumput pakchong masih jarang ditanam oleh peternak karena kesediaan bibit yang masih terbatas.

Cara panen rumput pakchong dengan cara dipangkas pada pangkal pohon agar tumbuh tunas baru. Batang yang menyertainya dipangkas juga untuk bisa djadikan bibit. Sedangkan daunnya bisa dicacah untuk djadikan pakan ternak. Panen rumput pakchong pada tahap awal membutuhkan waktu sekitar 3 bulanan, selanjutnya jeda waktu 40-50 hari untuk dipanen kembali.

Cara budidaya rumput pakchong dengan menanamkan kembali batang hasil panen. Pemangkasan pada pangkal pohon, akan didapat juga batang atas yang menyertainya hingga daun. Batang tersebut bisa dijadikan bibit kembali untuk ditanam dilahan berbeda atau perluasan lahan yang sudah ada.

Menanam rumput pakchong terdapat berbagai macam, dengan cara dibaringkan dan ditancapkan posisi miring. Cara dibaringkan memiliki kelebihan tunas yang menyentuh tanah secara keseluruhan. Sehingga potensi tumbuh cukup besar karena tunas yang menyentuh tanah akan menjadi akar. Namun, dengan pola ditancapkan juga memiliki keunggulan bahwa tidak semua tunas masuk ketanah agar resiko pembusukan lebih rendah.

Usia panen rumput pakchong dapat mencapai produktifitas hingga 9 tahun. Dengan tingkat produktifitas mencapai 275 ton/ha/tahun. Rumput pakchong memiliki keunggulan produktifitas yang bagus sehingga lebih memaksimalkan kebutuhan hijauan pakan ternak sebagai bank pakan. Rumput pakchong banyak disarankan oleh para peternak yang sudah skala industri. Hal ini dikarenakan agar tercapainya kualitas daging dan kuantitas pertumbuhan yang maksimal.

Bibit rumput pakchong masih cukup jarang, sehingga ada baiknya bagi peternak untuk segera mendapatkan bibit rumput pakchong dengan segera. Agar pertumbuhan hewan ternak lebih optimal mencapai bobot dan kualitasnya.