Harga Indigofera Per Kg hubungi 0811 2878 202

Share this :

Harga Indigofera Per Kg hubungi 0811 2878 202 harga lebih murah dan terjamin keaslianya. Tanaman indigofera memiliki potensi besar untuk perkembangan peternakan di Indonesia. Selain produktivitasnya yang tinggi, juga kandungan nutrisi yang dihasilkannya juga sangat kaya protein dan mineral. Tantangan industri peternakan kedepan adalah kemampuan produksi pakan yang tidak diimbangi dengan harga pakan. Sejauh ini pakan untuk ternak khususnya ruminansia masih mengandalakan limbah olahan biji-bijian. Selain hijauan segar sebagai bahan utamanya, namun tuntutan permintaan pasar untuk daging tidak seimbang. Ditengah perkembangan demografi di dunia yang menuntut agar daging sebagai sumber pangan utama yang bergizi harus mampu terpenuhi. Hal ini memaksa untuk para peternak mengambangkan riset ilmu pakan agar kemampuan pertumbuhan hewan ternak lebih efektif baik dari sisi pakan dan waktu.

Kenaikan harga pakan yang bersumber dari limbah industri saat ini disebabkan karena inovasi yang menambah nilai. Sehingga sedikit sekali limbah industri terutama biji-bijian yang dikhususkan untuk pakan ternak. Dengan sedikitnya bahan baku tersebut yang tidak berimbang pada permintaan pasar mengakibatkan harga yang semakin naik. Disisi lain jika harga pakan tersebut mengalami kenaikan tidak akan sesuai dengan harga pasar kebutuhan daging masyarakat yang dikaitkan dengan daya beli atau keterjangkauan beli masyarakat.

Yang paling efektif dalam penyediaan pangan atau sumber protein adalah hewan ruminansia. Selain bahan baku pakan yang bersumber dari rumput atau hijauan, juga tingkat produktivitasnya perkembangbiakannya juga cukup cepat. Hanya saja saat ini peternakan dibidang ini masih belum mampu mengintegrasikan kecukupan pakan dengan hewan ternak. Selain itu juga butuh inovasi pakan yang memiliki nutrisi yang layak atau cukup untuk menunjang tingakat pertumbuhan hewan, khusunya ruminansia.

Hewan Ruminansia

Hewan ruminansia adalah jenis hewan mamalia yang memiliki sistem pencernaannya yang cukup unik atau khusus. Yaitu hewan yang memenuhi kebutuhan perutnya akan melakukan pengunyahan kembali, atas makanan yang sudah ditelannya. Ciri-ciri hewan ruminansia secara umum, adalah:

  1. Hewan ruminansia bisa makan dengan cepat
  2. Perut hewan ruminansia terbagi menjadi 4 bagian
  3. Kebanyakan pemakan rumput, daun-daunan (herbivora)
  4. Susunan giginya terdiri dari gigi seri dan gigi geraham

Contoh hewan ruminansia ialah Pronghorn (Antilocapra americana), sebagai salah satu mamalia berkuku yang mempunyai sundul bercabang, anggota dari keluarga hewan ruminansia tua yang hidup. Mamalia yang berasal Amerika Utara ini, hidup di daratan terbuka dan semi gurun warna coklat kemerahan. Pronghorn mempunyai beberapa ciri memiliki rambut pendek warna coklat tua, sisi bawah warna putih, dua corak berwujud serupa pita putih di kerongkongannya, dan ada sepetak besar rambut panjang warna putih yang melingkar di bokong. Patch bokong Pronghorn dapat mendadak dibangun, untuk mengingatkan tanduknya bila pada kondisi bahaya.

Baca juga: Bibit Indigofera

Jenis Hewan Ruminansia

Contoh hewan ruminansia selanjutnya Jerapah (genus Giraffa) adalah dari 4 spesies dalam genus Giraffa mamalia berleher panjang di Afrika. Ciri-ciri fisiknya ialah kakinya panjang, dengan skema mantel bintik cokelat tidak teratur. Selainnya Pronghorn dan Jerapah, adapun contoh-contoh yang termasuk hewan ruminansia ialah:

  • Jerapah
  • Okapis
  • Rusa
  • Chevrotains
  • Sapi
  • Antelop
  • Domba
  • Kambing

Maka pentingnya melalkukan inovasi hijauan pakan ternak yang memiliki kualitas yang bagus untuk produksi hewan ternak tersebut. Salah satunya yang sedang gencar saat ini adalah tanaman indigofera zollingeriana. Indigofera zollingeriana ialah legume yang bisa dipakai sebagai pakan peternak dan relatif baru diperkembangkan di Indonesia. Menurut beberapa penelitian menyebutkan bahwa tanaman ini mempunyai kandungan protein kasar yang lebih tinggi sama dengan alfafa (25 -23), kandungan mineral yang lebih tinggi bagus untuk peternak perah, susunan serat yang bagus dan nilai kecernaan yang lebih tinggi untuk peternak ruminansia. Walaupun Indigofera termasuk tanaman yang bagus untuk sumber bahan baku pakan berkualitas, tetapi peternak sedikit manfaatkan hijauan tanaman ini karena masih tetap terbatas ketersediaanya karena sedikit diproduksi.

Indigofera zollingeriana

Tanaman ini bisa digunakan sebagai pakan peternak yang kaya nitrogen, fosfor dan kalsium. Indigofera zollingeriana baik sekali digunakan sebagai hijauan pakan peternak dan memiliki kandungan protein kasar 27,9%, serat kasar 15,25%, kalsium 0,22%, dan fosfor 0,18%. Legume Indigofera zollingeriana mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, tolerir pada musim kering, kubangan air dan tahan pada salinitas dan kandungan protein yang lebih tinggi (26% -31%) dibarengi kandungan serat yang relatif rendah dan tingkat kecernaan yang lebih tinggi (77%).

Tanaman ini baik sekali untuk sumber hijauan baik sebagai pakan dasar atau sebagai pakan suplemen sumber protein dan energi, terutama bagi peternak dalam status produksi tinggi (laktasi) karena tolerir pada kekeringan, karena itu Indigofera zollingeriana bisa diperkembangkan di daerah dengan cuaca kering untuk menangani terbatasinya ketersedian hijauan khususnya sepanjang musim kemarau. Keunggulan lain tanaman ini ialah kandungan taninnya benar-benar rendah sekitar di antara 0,6 -1,4 ppm (jauh di bawah tingkat yang bisa memunculkan karakter anti gizi).

Taksonomi Indigofera

Indigofera zollingeriana mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, tolerir pada musim kering, kubangan air, dan tahan pada salinitas. Masih juga dalam kandungan protein kasar Indigofera zollingeriana ialah sejumlah 24,3%. Taksonomi tanaman Indigofera zollingeriana ialah seperti berikut :

  • Seksi : Spermatophyta
  • Sub seksi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae bangsa : Rosales
  • Suku : Leguminosae
  • Marga : Indigofera
  • Tipe : Indigofera zollingeriana.

Ciri Indigofera

Beberapa ciri legume Indigofera zollingeriana ialah tinggi kandungan protein dan tolerir pada kekeringan dan salinitas mengakibatkan karakter agronominya benar-benar diharapkan. Saat akar paling dalamnya dapat tumbuh kekuatannya untuk memberi respon curahan hujan yang kurang dan ketahanan pada herbivora sebagai kekuatan yang bagus sebagai cover crop (tanaman penutup tanah) untuk 6 wilayah semi- kering dan wilayah kering. Jeda defoliasi tanaman ini yakni 60 hari dengan intensif defoliasi 100 cm dari permukaan tanah pada tangkai khusus dan 10 cm dari pangkal percabangan pada cabang tanaman. Produksi bahan kering (BK) keseluruhan Indigofera zollingeriana ialah 21 ton/ha/tahun dan produksi bahan kering daun keseluruhan 5 ton/ha/tahun. Penyemaian benih indigofera juga cukup mudah sehingga dapat diperbanyak oleh para peternak.

Jual Benih Indigofera

Ransum bentuk pelet sebagai ransum yang terdiri berbahan -bahan baku yang diproses lewat proses teknisi, yakni dipadatkan dan didesak oleh roller dan die, hingga membuat silinder atau batangan kecil. Jika ransum berbentuk pelet bisa tingkatkan tersedianya gizi dalam pakan, memudahkan pengatasan hingga turunkan ongkos produksi dan kurangi penyusutan. Beragam bahan p akan peternak baik biji -bijian atau hijauan bisa dibuat jadi pelet hingga mempunyai formasi bahan yang semakin lebih padat dan tidak mengganti kandungan berbahan. Salah satunya hijauan yang mempunyai potensi diolah jadi pelet ialah Indigofera zollingeriana yang hendak dipakai sebagai pakan sumber protein karena mempunyai kandungan protein kasar sekitar 25,66%.

Dengan inovasi tenanam pakan ternak seperti indigofera tersebut maka diharapkan industri peternakan mampu menekan biaya pakan yang bersumber dari konsentrat dengan bahan baku bijian, menjadi konsentrat hijau yang jauh lebih murah. Ketersediaan pakan yang murah akan berimplikasi pada biaya produksi yang rendah, sehingga mampu bertahan dari gejolak harga-harga yang tidak pasti.