Jual Benih Indigofera

Harga Indigofera hubungi 0811 2878 202

Share this :

Harga Indigofera hubungi 0811 2878 202 yang terjamin kualitas dan keaslinnya. Negara dengan iklim tropis seperti Indonesia sangat potensial untuk tumbuh tanaman yang beraneka ragam. Kesuburan dan curah hujan yang cukup membuat kebutuhan nutrisi tanaman, khususnya jenis hijauan sumber pangan dan pakan. Hijauan pakan ternak sangat mudah didapatkan di daerah yang beriklim tropis, karena disetiap lahan akan terjaga kesuburannya. Peternakan yang barbasis pakan hijauan yaitu hewan jenis ruminansia.

Hewan ruminansia ialah herbivora dengan mekanisme pencernaan yang terdiri jadi dua cara atau fase. Karena kekhasan dalam mekanisme pencernaan makanan, walau tidak seluruhnya hewan yang masuk kelompok herbivora disebutkan sebagai hewan dengan 2 fase makan, karena tidak seluruhnya tipe hewan pemakan tumbuhan mempunyai pencernaan ini. Mekanisme pencernaan hewan ruminansia terdiri jadi dua cara, pertama pada kunyah jadi paling lama dalam soal ini. Kunyah makanan pada waktu yang lumayan lama membuat mekanisme pencernaan hewan ruminansia lebih efisien, peresapan gizi makanan ditolong mikroorganisme yang ada dalam perut hewan.

Ciri-ciri Hewan Ruminansia

Hewan ruminansia adalah kelompok hewan yang memiliki sistem pencernaan khusus yang disebut sistem ruminansia. Sistem ini memungkinkan mereka mencerna bahan pakan yang sulit dicerna seperti serat tumbuhan. Berikut adalah beberapa ciri-ciri hewan ruminansia:

  • Sistem Pencernaan Khusus: Hewan ruminansia memiliki sistem pencernaan yang terdiri dari empat ruang utama dalam lambung mereka, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Setiap ruang memiliki peran khusus dalam proses pencernaan.
  • Rumen: Rumen adalah ruang terbesar dalam sistem pencernaan ruminansia. Rumen merupakan tempat terjadinya fermentasi mikroba yang membantu mencerna serat tumbuhan yang sulit dicerna oleh hewan lain.
  • Makanan Dikunyah Ulang: Hewan ruminansia memiliki kemampuan untuk mengunyah makanan secara berulang-ulang. Setelah makanan dikonsumsi, hewan akan mengeluarkannya kembali dalam bentuk bolus dan mengunyahnya lagi untuk membantu pemecahan serat tumbuhan menjadi partikel yang lebih kecil.
  • Simbiosis dengan Mikroba: Ruminansia memiliki koloni mikroorganisme dalam sistem pencernaan mereka, terutama di rumen. Mikroba ini membantu mencerna serat tumbuhan dengan menghasilkan enzim yang mampu memecahnya menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh hewan.
  • Penghasil Gas Metana: Kegiatan fermentasi mikroba dalam sistem pencernaan ruminansia menghasilkan gas metana sebagai produk sampingan. Gas ini kemudian dikeluarkan melalui proses eructation (bersendawa) oleh hewan ruminansia.
  • Pola Makan yang Khas: Hewan ruminansia cenderung memakan makanan dengan cara menggembalakan dan mengunyahnya secara perlahan. Mereka sering memilih makanan yang kaya serat, seperti rumput dan daun.
  • Kehadiran Kaki Kuku Belah: Hewan ruminansia umumnya memiliki kaki dengan kuku belah atau kuku yang terbagi menjadi dua bagian. Hal ini membantu mereka beradaptasi dengan habitat di mana mereka tinggal, seperti padang rumput.

Indigofera zollingeriana

Contoh hewan ruminansia meliputi sapi, kerbau, kambing, domba, rusa, dan sebagainya. Ciri-ciri di atas merupakan fitur umum yang membedakan hewan ruminansia dari hewan herbivora lainnya.

Indonesia sebagai negara agraris sangat potensional tercukupi kebutuhan pakan hewan. Biaya pakan murah dengan memaksimalkan lahan pertanian untuk menghasilkan kebutuhan pangan berupa daging untuk rumah tangga. Sumber protein utama selain nabati yaitu hewani berupa daging dan dari hasil produksi hewan, telur. Konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia masih sangat terbatas, padahal potensi sebagai penghasil sumber pangan hampir tidak terbatas. Riset tentang pakan hewan masih terbatas, hijauan pakan ternak hanya sebatas mengandalakan rumput yang seadanya. Terbaru diketahui sumber Hijauan yang memiliki nutrisi yang bagus untuk hewan ruminansia, yaitu Indigofera.

Indigofera sudah dikenali semenjak zaman kolonialisasi Jepang untuk industri bahan warna alami. Sekitar 64 spesies Indigofera diketemukan memiliki kandungan senyawa nitro alifatik dalam fokus 2 sampai 12 mg NO2 /g tanaman , cukup hanya beracun untuk anak ayam 1 minggu. Sekitaran 20 spesies sudah didalami untuk tanaman pakan diantaranya: Indigofera zollingeriana, Indigofera arrecta, Indigofera tinctoria, Indigofera. spicata and Indigofera nigritana yang sudah ditestingkan pada peternak dan tikus tidak memberikan tanda-tanda abnormalitas secara histologi. Salah satunya tipe legum potensial di Indonesia untuk bahan ekstrak hijau ialah Indigofera zollingeriana yang disebutkan Indigofera.

Keunggulan Indigofera

Indigofera adalah sejenis tanaman legume yang memiliki beberapa keunggulan sebagai pakan ternak. Berikut adalah beberapa keunggulan Indigofera:

biji benih indigofera
  1. Kandungan Nutrisi yang Tinggi: Indigofera mengandung nutrisi yang tinggi, termasuk protein, serat kasar, mineral, dan vitamin. Kandungan proteinnya bisa mencapai 20-30%, sehingga cocok sebagai sumber pakan ternak yang kaya akan asam amino penting.
  2. Ketersediaan Amonia yang Tinggi: Indigofera mengandung senyawa kimia yang disebut saponin, yang meningkatkan ketersediaan amonia dalam pencernaan hewan. Amonia ini dapat digunakan oleh mikroba dalam sistem pencernaan ruminansia untuk memecah serat tumbuhan dan meningkatkan produksi protein mikroba.
  3. Kualitas Serat yang Baik: Serat kasar dalam Indigofera memiliki kualitas yang baik untuk pencernaan hewan ruminansia. Serat ini dapat dicerna oleh mikroba dalam sistem rumen, sehingga membantu meningkatkan efisiensi pencernaan dan penyerapan nutrisi.
  4. Toleransi terhadap Kekeringan: Indigofera memiliki toleransi yang baik terhadap kondisi kekeringan. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki musim kering yang panjang atau kondisi tanah yang kurang subur. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk daerah-daerah dengan ketersediaan air yang terbatas.
  5. Kemampuan Fiksasi Nitrogen: Indigofera adalah tanaman legume yang mampu melakukan fiksasi nitrogen. Tanaman ini berkolaborasi dengan bakteri rhizobia yang hidup dalam nodul akar, mengubah nitrogen atmosfer menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tanaman. Hal ini dapat meningkatkan ketersediaan nitrogen dalam tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk nitrogen.
  6. Keanekaragaman Jenis: Indigofera memiliki banyak spesies yang berbeda, dengan variasi dalam karakteristik dan kebutuhan tumbuh. Hal ini memungkinkan pemilihan jenis Indigofera yang sesuai dengan kondisi iklim dan tanah di suatu daerah tertentu.

Manfaat Indigofera

Pentingnya ternak diberikan hijauan adalah dikarenakan usia produktif yang lebih panjang. Meskipun saat ini banyak dunia industri ternak mulai merekayasa pakan dan menghitung usia ekonomisnya. Namun peternak skala kecil lebih memilih untuk mempertahankan hijauan pakan ternak yang mudah didapat. Hanya saat ini harus dimulai menjaga kualitas pakan ternak yang berkualitas, yaitu Indigofera.

Baca juga: Bibit Indigofera

Hijauan pakan sebagai menu khusus untuk peternak ruminansia dengan konsumsi harian capai 70% dari keseluruhan ransum. Secara tehnis hijauan pakan benar-benar berperanan dalam jaga peranan rumen dan kesehatan. Kehadiran serat dalam hijauan pakan (selulosa dan hemiselulosa) jadi sumber energi untuk mikroba rumen, begitu hal dengan mineral dan protein (khususnya asal dari legum) untuk sumber N untuk bakteri protein produk dan rumen. Hijauan pakan yang dengan bahasa inggris disebutkan forage ialah sisi tanaman selainnya beberapa bijian yang bisa dimakan peternak (edible) dengan aman dan berkesinambungan, atau yang dipanen untuk pakan.

Ciri-ciri Tanaman Indigofera

Secara agronomis Indigofera sebagai tanaman pakan tahunan yang bisa berproduksi sampai 15 tahun. Tanaman pakan ini benar-benar gampang diperkembangkan dan diperbudidayakan, karena kekuatan reproduksinya yang lebih tinggi untuk hasilkan polong dan benih indigofera dengan biji bernas. Indigofera zollingeriana. Jumlah polong dalam tiap batang bervariatif di antara 7-17 buah dengan panjang polong di antara 2.5-3.4 cm, jumlah benih per polong di antara 5-7 butir dengan dikuasai benih bernas 64-82%. Indigofera mulai berbunga semenjak usia dua bulan sesudah transplantasi, dan bunga berkembang jadi polong memakan waktu sekitaran 3-4 minggu. Pematangan isiologis benih terjadi sampai minggu keenam bergantung curahan hujan.

Warna polong yang telah alami masak isiologis ialah hitam kecoklat-coklatan dan ada relief pada tiap fragmen benih yang memberikan benih bernas. Secara isik benih warna coklat dan coklat kehitaman dan bundar berisi lebih bagus viabilitasnya dibanding benih warna hijau kecoklat-coklatan atau kuning. Pengeringan benih sampai 45 oC bisa turunkan daya kecambah benih sampai 29.85% dan 41.53% beruntun pada usia kecambah 4 hari dan 14 hari. Kandungan air benih Indigofera untuk penyimpanan dapat capai 8-9%. Benih normal I. zollingeriana bisa berkecambah pada usia 4 hari dengan prosentase perkecambahan (daya kecambah) 28- 35% bila benih diletakkan lebih dari dua bulan dan gempuran jamur saaat pembibitan. Pemberian pupuk organik di media penyemaian bisa tingkatkan daya kecambah jadi 67%-74%. Harga indigofera saat ini sudah mulai terjangkau karena mudahnya perbanyakan melalui biji.