Kandungan Nutrisi Rumput Odot Dan Manfaatnya Untuk Ternak

Share this :

Kandungan Nutrisi Rumput Odot. Pakan berperan sebagai penyedia energi dan bahan untuk pertumbuhan serta kelangsungan hidup makhluk hidup. Protein menjadi komponen utama dalam pakan. Pakan yang berkualitas adalah yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin dengan proporsi yang seimbang. Semua makhluk hidup membutuhkan pakan sebagai sumber energi untuk menjaga tubuh, mendukung pertumbuhan, dan reproduksi. Selain itu, pakan juga memiliki kegunaan lain seperti memberikan warna atau rasa tertentu, serta berperan dalam pengobatan, reproduksi, dan regulasi metabolisme lemak.

Salah satu langkah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ternak adalah dengan memastikan ketersediaan dan kelanjutan Hijauan Pakan Ternak (HPT), yang membutuhkan adanya lahan khusus sebagai kebun HPT. Salah satu jenis HPT yang unggul adalah rumput Odot.

Kandungan Rumput Odot

Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) adalah salah satu varietas rumput yang sangat unggul dengan produktivitas tinggi dan kandungan nutrisi yang melimpah. Dibandingkan dengan jenis rumput gajah lainnya, rumput Odot memiliki ukuran yang lebih kecil namun tetap memiliki kualitas yang baik. Rumput Odot juga dapat tumbuh subur di berbagai jenis tanah dan sangat responsif terhadap pemupukan.

Kandungan Nutrisi Rumput Odot

Kandungan Nutrisi Rumput Odot :

  • Kadar lemak kasar daun : 2.72%
  • Kadar lemak kasar batang : 0.91
  • Protein kasar daun : 14.35%
  • Protein kasar batang : 8.1 %
  • Digestibility daun : 72.68%
  • Digestibility batang : 62.56%
  • Protein kasar : 14 %

Rumput Odot vs Rumput Gajah

Rumput Odot memiliki keunggulan yang signifikan dibandingkan dengan rumput gajah, salah satunya adalah produksi yang cukup tinggi. Selain itu, pada musim hujan, batang rumput Odot menjadi lebih lunak, membuatnya menjadi favorit bagi kambing dan domba. Kelebihan lain dari rumput Odot adalah kandungan protein kasarnya yang mencapai 14,35%, jauh lebih tinggi daripada rumput gajah yang hanya memiliki 9,43%. Selain itu, tingkat kecernaan rumput Odot mencapai 65-70%, menunjukkan bahwa nutrisinya dapat diserap dengan baik oleh hewan ternak.

Rumput Odot vs Pakchong

Para peternak umumnya mengembangkan berbagai jenis hijauan pakan ternak seperti rumput raja, rumput gajah, rumput setaria, rumput odot, dan lainnya. Banyak terdapat varietas rumput di Pulau Jawa salah satunya yaitu Rumput Pakchong. Salah satu keunggulan Rumput Napier Pakchong adalah kandungan proteinnya yang lebih tinggi daripada rumput Odot, mencapai 16,45 persen protein kasar. Selain itu, dalam hal produksi, Rumput Napier Pakchong juga lebih unggul dengan kapasitas produksi mencapai 1.500 ton per hektar per tahun, sementara rumput Odot hanya mencapai 350 ton per hektar per tahun.

Baca juga: Rumput Pakchong Untuk Sapi

Manfaat Rumput Odot Untuk Ternak

Rumput Odot adalah pilihan yang efisien sebagai pakan ternak karena memiliki kandungan nutrisi rumput odot berupa protein yang tinggi, yang dapat menggemukkan hewan ternak seperti sapi, kambing, dan kerbau. Kelebihan lainnya adalah kemampuannya untuk tumbuh lebih cepat daripada jenis rumput serupa. Batang rumput Odot pendek dan tidak terlalu keras, dengan daun yang lembut dan tidak berbulu, sehingga membuatnya disukai oleh hewan ternak dibandingkan rumput lainnya. Rumput Odot juga mampu beradaptasi di lahan yang kritis tanpa perlu perawatan khusus, dengan memiliki 50-80 batang dalam satu rumpun. Rumput gajah biasanya hanya sekitar 60-70% yang dapat dimakan oleh sapi, sdangkan rumput Odot hampir seluruh bagiannya dapat dimakan.

Pakan Ternak Dengan Rumput Odot

Hijauan merupakan kebutuhan esensial bagi ternak ruminansia, namun ketersediannya bisa menjadi tantangan terutama selama musim kemarau ketika hijauan sulit didapat. Di sisi lain, selama musim penghujan, hijauan seringkali berlebihan.

Masalah utama dalam penyediaan pakan ternak ruminansia adalah ketidakstabilan ketersediaan hijauan sepanjang tahun. Pada musim kemarau, kekurangan hijauan sering terjadi, sementara pada musim penghujan, produksinya melimpah namun cenderung tidak termanfaatkan sepenuhnya. Salah satu contohnya adalah rumput odot yang memiliki produktivitas tinggi namun hanya tersedia pada musim tertentu.

Peternak sering mengandalkan mencari hijauan dari alam tanpa melakukan penanaman sendiri, menyebabkan ketidakpastian dalam ketersediaan hijauan. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu solusinya adalah dengan melakukan pengawetan hijauan saat melimpah. Dua metode umum yang digunakan untuk pengawetan hijauan pakan ternak adalah Silase dan Hay. Dengan demikian, peternak dapat memastikan kebutuhan hijauan tersedia sepanjang tahun, terutama selama musim kemarau yang cenderung sulit mendapatkan hijauan segar.

Silase Rumput Odot

Silase adalah hasil dari pengawetan hijauan pakan ternak (HPT) setelah diproses fermentasi yang dikenal sebagai “ensilase” dan terjadi pada kondisi tanpa oksigen (anaerobik). Tujuan utama dari pembuatan silase adalah untuk menjaga kandungan nutrisi yang terdapat dalam hijauan atau bahan pakan ternak lainnya agar tetap optimal selama penyimpanan yang panjang, sehingga dapat digunakan sebagai pakan ternak terutama ketika sulit mendapatkan hijauan segar pada musim kemarau.

Memberikan silase kepada ternak ruminansia memiliki manfaat dalam meningkatkan konsumsi pakan dan mengurangi pencemaran udara. Selain itu, proses fermentasi pada silase juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat penyimpanan.

Hay Rumput Odot

Hay adalah hijauan yang dipotong dan dikeringkan dengan sengaja untuk digunakan sebagai pakan ternak, terutama saat ketersediaan hijauan kurang atau saat musim kemarau. Tujuan pembuatan hay adalah untuk menyelaraskan waktu panen sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman pada periode berikutnya. Hal ini karena tanaman yang seragam memperoleh pencernaan yang lebih baik. Secara khusus, pembuatan hay bertujuan untuk menyimpan hijauan yang dipanen berlebihan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan dalam memperoleh pakan hijauan selama musim kemarau. Salah satu syarat utama tanaman yang dijadikan hay adalah memiliki tekstur halus.

Berikut adalah langkah-langkah dalam pembuatan hay:

  • Potong hijauan menggunakan mesin pemotong, kemudian segera angkut ke area penjemuran.
  • Sebarkan hijauan secara tipis dan secara teratur balik-balik selama 1-2 jam.
  • Pastikan penjemuran tidak terlalu lama agar kadar air di dalam hijauan mencapai 15-20%.
  • Setelah kering, kumpulkan hijauan dan press, kemudian ikat dengan tali untuk memudahkan penyimpanan.

Perawatan Rumput Odot

Perawatan rumput odot dapat dilakukan dengan memberikan pupuk kandang. Disarankan untuk memberikan pupuk sebanyak 3 ton per hektare. Untuk mempercepat pertumbuhan rumput odot, pemupukan kembali menggunakan NPK dapat dilakukan pada hari ke-15 setelah penanaman dengan dosis 60 kilogram per hektare.

Selain itu, pemupukan juga dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk cair dari urine kambing yang telah difermentasi. Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara penyemprotan pada tanaman dan tanah di sekitarnya. Panen rumput odot dapat dilakukan setelah 70-80 hari. Tanda bahwa rumput odot siap dipanen adalah jika ruas batangnya telah mencapai panjang 15 cm. Pada musim hujan, waktu panen dapat lebih singkat, yakni hanya dalam 35-45 hari.

Perbanyakan rumput ini bisa dilakukan secara vegetatif dengan menggunakan cabang yang pertumbuhannya paling optimal. Pemotongan pada cabang-cabang tersebut sebaiknya dilakukan menggunakan alat yang tajam agar tidak melukai batang. Potongan dilakukan pada bagian batang yang akan dijadikan stek dengan panjang kira-kira 30 cm.