Kandungan Nutrisi Trichantera Gigantea, Simak ini!

Share this :

Trichantera Gigantea – Hubungi 0811 2878 202. Trichantera gigantea, sebagai sumber protein hijauan, memiliki potensi besar sebagai pakan ruminansia. Dalam konteks tropis lembab, Trichanthera gigantea (TG) dapat berperan sebagai hijauan pakan ternak (HPT) yang mampu menggantikan sebagian ransum komersial pada kambing, yakni sekitar 20% hingga 40%, tanpa mengurangi berat karkas dan tetap menjadi sumber protein yang berharga pada kambing yang sedang tumbuh.

kandungan nutrisi trichantera gigantea

TG tergolong sebagai tanaman pakan ternak (TPT), termasuk dalam jenis legum pohon dengan kandungan nutrisi trichantera gigantea yang optimal dan kemampuan untuk tumbuh dengan baik di lingkungan yang teduh.

Asal-usul Trichanthera gigantea dapat ditelusuri hingga lereng Andes di Kolombia. Tanaman ini biasanya ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi dan hutan basah di Amerika Tengah, serta negara-negara bagian utara di Amerika Selatan. Daerah distribusinya meliputi Kosta Rika, Panama, Kolombia, Venezuela bagian barat, Ekuador, dan Peru. Selain itu, berhasil dikenalkan juga di Vietnam, Kamboja, dan Filipina.

Pohon Trichantera Gigantea

Trichanthera gigantea merupakan tumbuhan perdu berukuran kecil hingga sedang, umumnya tingginya sekitar 5 m tetapi dapat tumbuh hingga ketinggian 12-15 m. Mahkotanya berdiameter 6 m dan pohonnya banyak bercabang. Cabang-cabangnya berbentuk segi empat dengan simpul membulat dan ujung berambut halus. Daunnya terletak berseberangan pada tangkai daun yang panjangnya 1-5 cm. Helaian daun berukuran panjang 26 cm x lebar 14 cm, berbentuk bulat telur hingga lonjong, permukaan atas berwarna hijau tua, dan permukaan bawah berwarna pucat.

Panen dimulai 8 sampai 10 bulan setelah tanam dan hasil pertama sekitar 15 t/ha bahan segar. Trichanthera gigantea dapat dipanen untuk diambil dedaunannya setiap 3 bulan dan menghasilkan 17 t/ha bahan segar pada ketinggian pemotongan sekitar 1 m. Pada kondisi yang lebih panas dan kering, ketinggian pemotongan bisa lebih tinggi (1,3-1,5 m).

pohon trichantera gigantea

Di tanah masam yang tidak subur, Tricanthera Gigantae dilaporkan menghasilkan 3-6 t DM/ha dengan kepadatan berkisar antara 10.000 hingga 40.000 tanaman/ha. Tricanthera Gigantae merespon positif terhadap pupuk N (tingkat optimalnya adalah 160 kg/ha/tahun). Hingga 12 t DM/ha telah diperoleh pada kondisi pertumbuhan yang menguntungkan.

Tricanthera Gigantae tahan terhadap pemotongan yang teratur dan berulang, bahkan tanpa pemberian pupuk. Oleh karena itu, ada pendapat bahwa, meskipun bukan tumbuhan polong, Tricanthera Gigantae mungkin dapat mengikat N dengan bantuan mikoriza atau organisme lain.

Manfaat Trichantera Gigantea

Kandungan nutrisi trichantera gigantea dengan protein kasar sebesar 24.12%, serat kasar sebesar 13.12%, dan kadar abu mencapai 10.64%. Selain itu, kandungan bahan kering pada tanaman ini mencapai 26.5%. Informasi ini menunjukkan bahwa Trichanthera gigantea adalah sumber nutrisi yang potensial, khususnya dalam hal ketersediaan protein, serat, dan komponen bahan kering. Kandungan nutrisi ini menjadikan tanaman ini relevan untuk dimanfaatkan dalam pakan ternak atau dalam konteks pertanian untuk meningkatkan keseimbangan gizi dan produktivitas.

Baca Juga : Berapa Protein Indigofera

Dedaunan Tricanthera Gigantae secara tradisional digunakan untuk babi, kambing dan kelinci. Ini adalah sumber hijauan dalam sistem bank pakan ternak. Hal ini dapat dijadikan sebagai pagar hidup yang dapat memberikan keteduhan dan makanan. Kecambah Tricanthera Gigantae dapat dimakan dan dapat digunakan dalam pembuatan bubur jagung. Kandungan nutrisi trichantera gigantea dilaporkan memiliki beberapa kegunaan etnomedisinal (tonik untuk kondisi darah, pengobatan nefritis dan minuman laktogenik untuk ibu menyusui).

Keunggulan daun ini karena memiliki nutrisi yang baik sehingga berpotensi mengurangi penggunaan dedak. Kandungan protein daun Madre (bahan terpenting untuk pertumbuhan) tergolong tinggi, yaitu hingga 23,3% setara dengan dedak starter yang ada di pasaran (19-21%), Karena pohon ini mudah berkembang biak dan serangan penyakit lebih sedikit. sangat cocok diberikan kepada Ayam Kampung sebagai pakan alternatif atau makanan tambahan untuk menghemat biaya pakan bagi peternak ayam kampung.

Di Amerika Latin, tanaman ini digunakan untuk melindungi aliran air (oleh karena itu dinamakan “madre de agua”), dan banyak ditanam di sekitar mata air, tepian sungai, dan sumur untuk mencegah erosi air. Di Kolombia, hal ini semakin banyak digunakan dalam program penghijauan di perkebunan kopi dan untuk mencegah erosi tepian sungai di sekitar mata air dan sepanjang tepian sungai.

Tanaman Trichantera Gigantea

Tanaman Trichantera Gigantea pakan ternak sebagian besar dikembangkan di lahan marginal dan terintegrasi dengan tanaman pangan dan perkebunan. Trichantera gigantea (TG) merupakan TPT yang merupakan tumbuhan polong-polongan yang mempunyai nutrisi baik dan toleran terhadap naungan. Trichantera gigantea tertinggi dicapai pada perlakuan naungan 72% dan dosis pupuk kandang 250 g per tanaman, masing-masing 64,25 cm, 60,75, dan 113,50 g per tanaman.

Cara Menanam Trichantera Gigantea

  1. Potong Stek dan Bersihkan Daunnya
    Ambil stek dari tanaman Trichantera Gigantea, pastikan stek tersebut memiliki panjang yang cukup. Bersihkan daun-daun yang tidak diperlukan agar fokus pada pertumbuhan akar.
  2. Gunakan Salep Kambium (jika ada)
    Jika terdapat luka setelah pemotongan stek, gunakan salep kambium untuk menutup luka dan mencegah infeksi.
    Tanam di Media Tanam (Tanah Campur Kompos)
  3. Tancapkan Stek ke Media Tanam
    Pastikan stek ditanam dengan kedalaman yang cukup untuk menopang pertumbuhan akar.
  4. Siram untuk Menjaga Kelembaban Tanah
    Siram tanah secara merata untuk menjaga kelembaban tanah, yang sangat penting untuk pertumbuhan akar yang sehat.
  5. Tempatkan di Tempat yang Teduh Sampai Keluar Tunas
    Letakkan tanaman Trichantera Gigantea di tempat yang teduh untuk beberapa waktu sampai tunas mulai tumbuh.
  6. Kenalkan dengan Sinar Matahari Pagi (Jam 7-10).
    Setelah tunas mulai tumbuh, perlahan kenalkan tanaman dengan sinar matahari pagi antara jam 7-10. Proses ini membantu tanaman beradaptasi dengan paparan sinar matahari secara bertahap.
  7. Pindahkan ke Lahan dengan Jarak Tanam 2-3 Meter
    Setelah tunas mencapai panjang minimal 10 cm, tanaman dapat dipindahkan ke lahan yang telah disiapkan. Pastikan jarak tanam antar tanaman sekitar 2-3 meter untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan yang optimal.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Anda dapat berhasil menanam Trichantera Gigantea dan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan yang sehat.

Nama Lain Trichantera Gigantea

Trichanthera gigantea adalah spesies tumbuhan berbunga dalam keluarga acanthus. Spesies ini dikenali dengan banyak nama umum, termasuk Madre de Agua, Suiban, Cenicero, Tuno, Naranjillo, dan Palo de Agua. Ia berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara. Ia juga telah diperkenalkan ke daerah tropis lainnya seperti Vietnam, Kamboja, dan Filipina.

nama lain trichantera gigantea

Tersedia Bibit Trichanthera gigantea yang terjamin Asli dan berkualitas. Sangat bermanfaat untuk ternak sebagai tambahan variasi hijauan pakan ternak yang kaya nutrisi untuk pertumbuhan.

Pengiriman melalui kurir terpercaya dengan biaya kirim yang termurah. Serta menjaga kemasan agar tetap aman selama perjalanan.