Pohon Indigofera Besar: Cara Merawat Agar Tumbuh Optimal

Share this :

Pohon Indigofera Besar – Hubungi 0811 2878 202. Peternakan ruminansia di Indonesia memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan daging nasional, khususnya dari kontribusi peternakan rakyat, sedangkan sebagian kebutuhan lainnya harus dipenuhi melalui impor. Tantangan utama yang dihadapi peternak saat ini adalah rendahnya produktivitas ternak, yang disebabkan oleh kurangnya kualitas dan kuantitas hijauan pakan. Masalah ini terutama terasa pada musim kemarau, terutama di wilayah Timur Indonesia yang kering. Keterbatasan pasokan hijauan pakan tidak hanya terbatas pada wilayah Timur Indonesia, tetapi juga dialami di wilayah lainnya. Hal ini karena petani cenderung mengandalkan hijauan pakan lokal di sekitar pekarangan, perkebunan, hutan, dan ladang.

Salah satu kendala utama bagi peternak sapi dan kerbau secara umum adalah ketersediaan pakan, terutama pada musim kemarau. Situasi ini semakin memburuk akibat penurunan luas area penggembalaan ternak dan keterbatasan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam pakan ternak. Untuk mengatasi keterbatasan pakan, terutama pada musim kemarau, diperlukan alternatif lain untuk menyediakan hijauan pakan selain rumput. Tanaman legum pohon, seperti Indigofera zollingeriana, muncul sebagai pilihan yang sangat tepat untuk mengatasi masalah ini dan menjadi sumber pakan hijauan yang potensial saat musim kemarau.

Kandungan Tanaman Indigofera

Tanaman legum pohon Indigofera sangat diminati oleh ternak ruminansia karena kandungan proteinnya yang sangat tinggi, mencapai 27%. Pengembangan tanaman ini telah dimulai dan menarik perhatian peternak sebagai sumber protein untuk ternak. Berdasarkan pengujian menggunakan metode proksimat terhadap sampel Indigofera yang diproduksi di UPTD Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Potong Ciamis, diperoleh hasil sebagai berikut (data hasil pengujian UPTD BPMKP/BP 24/08/2021):

  • Protein kasar: 31,49%
  • Lemak kasar: 3,63%
  • Serat kasar: 13,47%

Morfologi Tanaman Indigofera

Indigofera merupakan salah satu jenis pakan hijauan yang termasuk dalam kelompok leguminosa pohon. Tanaman ini memiliki ukuran sedang dan dikategorikan sebagai leguminosa perdu. Ciri khasnya meliputi daun hijau dengan tipe majemuk sederhana yang rimbun dengan banyak cabang. Bunganya memiliki warna merah, dan tanaman ini memiliki sistem perakaran yang berkembang dengan baik.

Baca juga : Tanaman Indigofera Zollingeriana

Tanaman ini memiliki daun berwarna hijau tua dengan bentuk oval, serta bunga kecil yang berkumpul dan berwarna merah. Batangnya bersifat semi berkayu, dan tingginya dapat mencapai 3-4 meter. Daun dapat dipanen setelah tanaman berusia 60 hari.

Budidaya Tanaman Indigofera

Banyak peternak memulai budidaya tanaman Indigofera ini diantaranya karena keunggulan indigofera antara lain :

  • Tahan Kekeringan:
    • Tanaman Indigofera memiliki sistem perakaran dalam yang membuatnya tahan terhadap iklim kering. Hal ini memungkinkan tanaman ini dapat ditanam di lahan kritis dan menjadi alternatif sumber pakan ketika musim kemarau.
  • Produktif:
    • Sebagai leguminosa pohon, Indigofera dapat dipanen secara berkala tanpa perlu ditanam ulang setiap panen. Umur panen pertama terjadi sekitar 6-8 bulan setelah pemindahan ke areal tanam, dan pemanenan berikutnya dilakukan setiap 45-60 hari. Hasil panen rata-rata mencapai 1 kg/pohon/panen.
  • Disukai Ternak:
    • Indigofera, sebagai leguminosa, memiliki kadar tannin (zat antinutrisi) yang rendah, meningkatkan daya tarik atau keinginan ternak terhadap tanaman ini. Meskipun disukai ternak dan kaya nutrisi, sebaiknya komposisi bahan pakan hijauan tetap seimbang, dan tidak boleh 100% menggunakan leguminosa.
  • Nutrisi Tinggi:
    • Indigofera kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalsium. Dengan kandungan protein tinggi (26-31%), tanaman ini sangat baik sebagai campuran pakan dasar atau pakan suplemen, terutama untuk ternak dalam status produksi tinggi seperti saat laktasi. Tingginya tingkat kecernaan (77%) juga membuatnya menjadi pilihan yang baik.

Cara Budidaya Indigofera

Langkah-langkah menanam Indigofera melibatkan proses berikut:

  1. Pilihlah lokasi yang mendapatkan cahaya matahari penuh, karena Indigofera merupakan tanaman yang membutuhkan sinar matahari dan panas saat perkecambahan.
  2. Persiapkan polibag dengan diameter minimal 8-10 cm dan isi dengan tanah subur bagian atas atau tanah biasa yang diberi pupuk kandang. Selama pembibitan, pastikan polibag tetap terhidrasi setiap hari, namun hindari genangan air yang berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan.
  3. Sebelum disemai, rendam biji Indigofera selama 12 jam dalam air dingin. Kemudian, taburkan 4-5 butir biji Indigofera di dalam polibag dan sirami setiap pagi dan sore. Pemupukan tidak perlu menggunakan pupuk kimia, tanah subur, pupuk kandang, atau pupuk organik sudah cukup, karena akar Indigofera mampu mengambil nitrogen dari udara.
  4. Setelah mencapai usia 2-3 bulan dalam polibag, Indigofera dapat ditanam di lokasi yang telah disiapkan. Pastikan membuat guludan saat tanam awal untuk mencegah genangan air jika musim hujan deras, yang dapat menyebabkan akar busuk.
  5. Tanaman Indigofera dapat dipanen setiap 70-90 hari sekali dengan membiarkan sebagian batang utama dengan tinggi sekitar 80 cm.
  6. Untuk pemupukan, gunakan kombinasi pupuk kandang, TSP (Triple Super Phosphate), dan NPK (Nitrogen, Phosphorus, Kalium).
  7. Indigofera toleran terhadap lahan dengan ketinggian antara 1 hingga 1800 meter di atas permukaan laut dan relatif cocok untuk daerah-daerah dengan iklim kering.

Panen Indigofera

Panen daun pada tanaman indigofera dapat dilakukan ketika tanaman telah mencapai ukuran yang cukup besar. Namun, untuk memastikan kelangsungan proses panen, disarankan untuk menunggu hingga tanaman indigofera mengembangkan banyak cabang. Saat melakukan pemanenan, pangkaslah daun dan biarkan bagian batang utama tetap terjaga untuk memudahkan proses panen berikutnya. Pemanenan dapat dilakukan setiap 2-3 bulan, dan untuk menjaga pasokan daun pakan, disarankan melakukan penanaman dengan interval yang lebih dekat agar pemanenan dapat dilakukan secara bergiliran.

Setelah melewati masa panen, perawatan tanaman indigofera tetap penting untuk mendorong pertumbuhan baru. Beberapa cara perawatan paska panen meliputi pembuatan larutan pupuk NPK 15-15-15 dengan melarutkan 1 gelas NPK dalam 35-45 L air, yang kemudian dapat disiramkan pada tanaman indigofera. Untuk merangsang pertumbuhan daun, POC (Pupuk Organik Cair) yang tersedia di toko pertanian dapat disemprotkan pada daun tanaman untuk memastikan pertumbuhannya yang subur.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa umur pemotongan dengan jarak potong 45 hari merupakan perlakuan pemotongan terbaik untuk Indigofera yang ditandai dengan dihasilkannya kandungan nutrien serta tingkat kecernaan nutrien yang tinggi meskipun tingkat pertumbuhan dan produksi hijauan tidak setinggi yang dihasilkan pada umur pemotongan 60 hari.

Bibit Indigofera Purworejo

Mulailah menanam atau menyemai bibit indigofera untuk persiapan hijauan pakan ternak yang variatif. Selain nutrisinya sangat bagus, juga produksinya yang tinggi. Hijauan pakan ternak yang sudah tertata dengan baik akan menambah efektifitas beternak anda. Dapatkan benih dan bibit indigofera dari kami.

Hubungi 0811 2878 202 – Aisha Agro

Untuk mendapatkan benih dan bibit indigofera yang berkualitas. Terjamin keasliannya untuk pakan ternak. Silahkan konsultasikan kebutuhan hijauan pakan ternak anda.

Dengan menyimpan persediaan pakan dari tanaman Indigofera yang ditanam secara budidaya, Anda tidak perlu khawatir mencari pakan berkualitas di luar, karena Anda dapat langsung memanen pakan ternak yang berkualitas dari halaman rumah.