Rumput Pakchong untuk Ayam

Rumput Pakchong untuk Ayam

Share this :

Rumput pakchong untuk ayam sangat potensial untuk meminimalisir biaya pakan ternak. Kandungan nutrisi pada rumput pakchong memiliki kandungan yang bisa membantu pertumbuhan dan penghematan ternak. Tidak hanya hewan ruminansia saja yang berperilaku sebagai pemakan tumbuhan atau herbivora. Ayam sebagai salah satu hewan jenis omnivora atau pemakan segalanya, sangat bisa diberi alternatif pakan berupa hijauan daun. Sektor peternakan sangat lambat pertumbuhannya dari tahun ke tahun karena model peternakan masih sangat tradisional. Belum mengembangkan alternatif pakan yang bisa menunjang pertumbuhan hewan ternak. Pakan yang potensial berupa hijauan pakan. Sebagai alternatif pakan sumber protein dan nutrisi lainnya, hijauan pakan ternak bisa didapatkan secara cuma-cuma atau gratis. Dengan pemanfaatan lahan yang terbatas, namun mampu menghasilkan sumber pakan alternatif yang murah. Beternak ayam, terutama jenis ayam kampung menjadi alternatif mendongkrak pendapatan rumah tangga skala kecil.

Beternak ayam sudah menjadi sebuah tradisi dari turun temurun, bahkan beberapa daerah menjadikan ayam sebagai ciri tertentu dalam sebuah legenda atau mitos-mitos lain. Ayam kampung selain sebagai kesenangan, juga berpotensi besar untuk jadi sumber pangan yang sehat. Produktifitas ayam sangat tinggi, bahkan riset tentang ayam kampung sudah banyak dikembangkan. Salah satunya adalah ayam KUB (Kampung Unggul Balitnak) yang memiliki produktifitas telur hingga 180 butir per tahun, mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi rumah tangga jika dimaksimalkan perawatannya atau pola budidayanya. Saat ini, ayam kampung yang dipelihara masih dalam model tradisional dengan sistem umbaran, tanpa memperhatikan sumber pakan alternatif yang baik. Pakan yang dijadikan sumber pakan berupa limbah rumah tangga seadanya tanpa ransum apapun. Sehingga pertumbuhan kurang maksimal dan hasil kurang meyakinkan sebagai sumber pendapatan tambahan.

Saat ini, banyak terjadi lonjakan harga pakan dari produk pabrikan. Bagi peternak modern, kenaikan harga tersebut sangat signifikan mempengaruhi HPP ayam, sedangkan harga ayam dipasaran selalu dinamis naik turunnya. Harga ayam kampung masih cukup stabil nilainya, namun beberapa inovasi mempengaruhi selera pasar ayam kampung sehingga potensi suply banyak pilihan jenis. Jika ayam sayur/broiler, biasanya sudah bermitra dengan perusahaan besar dengan harga tertentu, namun ayam kampung masih cukup bagus harga pasarnya yang relatif tinggi. Namun, ketersediaan pakan yang memerlukan inovasi alternatif agar bisa ditekan. Biaya pakan bisa memncapai 70% sendiri dari komponen biaya ternak ayam kampung. Maka jika terdapat kenaikan harga akan mudah sekali terpengaruhinya. Mencari sumber alternatif pakan pendukung sangat diperlukan untuk menekan biaya pakan yang muncul.

Baca juga: Bibit Indigofera

Jenis hijauan pakan yang sangat mudah dikembangkan adalah jenis rumput. Rumput sebagai sumber hijauan pakan yang mengandung protein nabati tinggi yaitu Pakchong. Rumput Pakchong adalah jenis rumput hasil silangan rumput rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dengan Pearl millet (Pennisetum glaucum). Penelitian rumput pakchong tersebut dilakukan oleh seorang Profesor Dr. Krailas Kiyothong yang dilahan didaerah Pak Chong, Thailand. Banyak sekali keunggulan rumput pakchong ini untuk dapat dikembangkan sebagai sumber pakan alternatif.

Keunggulan Rumput Pakchong

Beberapa keunggulan rumput ini adalah sebagai berikut:

  1. Kadar Protein tinggi, yaitu sekitar 16,5% mengandung protein. Lebih tinggi dibandingkan jenis rumput-rumput lain, yaitu odot, dll.
  2. Produktifitas tinggi, sekitar usia tanaman rumput pakchong ini bisa mencapai 9 tahun. Selain itu masa panen antara 40-50 hari setelah panen perdana. Juga mampu menghasilkan kurang lebih 1500 ton per ha per tahun.
  3. Tahan terhadap air yang terbatas, dimusim kemarau panjang rumput pakchong mampu beradaptasi terhadap kondisi air yang terbatas. Dengan penyiraman yang secukupnya, rumput pakchong relatif lebih bisa bertahan dibandingkan rumput lain.

Terutama untuk ayam, pemberian pakan dengan hijauan pakan ternak berupa rumput pakchong ini banyak berbagai referensi atau metode. Peternak bisa mencari metode yang memudahkan untuk dipakai. Secara garis besar ada 2 metode pemberikan pakan dengan rumput pakchong, yaitu:

  1. Dengan menggunakan pola mencacah rumput tersebut kemudian dicampurkan pada pakan yang akan diberikan. Pencampuran tersebut harus bersifat homogen, atau merata jadi satu agar ternak dapat langsung dimakan.
  2. Dengan pola gantung ikat, selayaknya ayam akan memakan hijauan daun-daun dipohon segar. Rumput pakchong yang dipetik dijadikan satu kemudian digantung ditengah kandang. Ayam dibiarkan akan makan sesuai kebutuhannya.

Baca juga: Rumput Pakchong Untuk Kambing

Pemberikan campuran hijauan pakan ternak ini sebisa mungkin maksimal 10% dari total ransum pakan. Agar bahan bahan yang lain sebagai sumber nutrisi lebih bervariasi. Meski dapat menjadi alternatif pakan ternak, sayangnya keterbatasan kesediaan bibit rumput pakchong masih terbatas. Peternak harus mulai membudidayakan rumput pakchong ini dilahan-lahan sekitar. Terutama lahan yang kurang terawat bisa dimanfaatkan untuk menanam hijauan pakan ternak, berupa rumput pakchong.