Rumput Pakchong Untuk Kelinci

Rumput Pakchong Untuk Kelinci Jadi Solusi

Share this :

Rumput pakchong untuk Kelinci bisa menjadi solusi ditengah kenaikan harga-harga pakan pabrikan. Peternak kelinci harus mulai menanam hijauan pakan ternak yang memiliki kualitas nutrisi yang baik dan tinggi protein untuk menunjang perkembangan yang optimal. Semakin luasnya pengetahuan yang mudah didapatkan dari berbagai sumber informasi, membuat meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berbagai hal. Dalam memenuhi kebutuhan harian pangan, masyarakat mulai selektif untuk memilih hal yang berkualitas. Salah satunya adalah dalam hal memenuhi kebutuhan pangan berupa daging. Daging sebagai sumber protein hewani, biasanya akan selalu dikaitkan dengan pengaruh pada kesehatan yaitu lemak. Banyak daging saat ini yang beredar adalah jenis Ayam dan Sapi, keduanya memiliki kandungan lemak yang lebih dibandingkan dengan daging Kelinci. Banyak keunggulan daging kelinci yang dapat menjadi alternatif sumber protein. Disamping nilai protein yang tinggi, juga kadar lemaknya rendah.

Rumput Pakchong Untuk Kelinci

Budidaya kelinci sebenarnya miliki prospek yang cukup bagus untuk bisa dikembangkan. Selain kandungan nutrisi yang baik, juga tingkat produktifitasnya yang tinggi. Kelinci dapat bunting dan manyusui dalam waktu yang bersamaan dengan interval pendek ditambah jumlah anak yang banyak. Serta pertumbuhan anak kelinci relatif cepat. Kebutuhan pakan yang bersumber dari hijauan, memudahkan peternak kelinci mendapatkan didaerah sekitar.

Peternak kelinci dapat mengambil beberapa manfaat dari beternak kelinci. Selain daging, kotoran yang diolah dan beberapa bagian kelinci juga bisa diperjualbelikan. Peternak kelinci juga biasanya memiliki kesenangan atau hobi dengan kelinci. Yang cukup luas pasarnya adalah pemeliharaan jenis ternak kelinci pedaging.

Peternakan kelinci secara umum dari sisi pakan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu: Pelet dan Sayuran/Hijauan. Memilih pelet dikarenakan kemudahan atau praktis dalam memberikannya. Namun, harga pelet yang relatif selalu naik, membuat peternak juga harus pandai mengestimasikan biaya pakannya. Untuk efisiensi biaya pakan, ada baiknya peternak kelinci harus mengkombinasikan dengan sayuran atau hijauan pakan. Hijauan pakan ternak dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu Leguminosa dan Rumput. Salah satu contoh dari leguminosa antara lain Indigofera Zollingeriana, Kaliandra, dll. Sedangkan untuk jenis rumput yaitu Odot, Gajah, Setaria, dan yang paling trend saat ini adalah Rumput Pakchong.

Rumput Pakchong

Pakchong rumput hasil silangan antara rumput gajah (Pennisetum Purpureum Schumach) dengan Pearl Millet (Pennisetum Glaucum). Penelitian tentang rumput pakchong berlangsung selama 6 tahun oleh Prof. Dr. Krailas Kiyothong. Beliau adalah seorang ahli nutrisi dan pemulia tanaman. Riset yang dilakukannya berada di daerah Pak chong, Thailand. Sehingga banyak orang menyebutnya sebagai rumput pakchong dikarenakan asal dari penelitian yang dilakukan Prof Krailas tersebut.

Kandungan Nutrisi Rumput Pakchong

Kandungan nutrisi rumput pakchong terdiri dari Serat kasar, Protein, Lemak, Kalsium dan Fosfor. Namun bagi peternak, kandungan nutrisi yang banyak menjadi perhatian adalah nilai Protein kasar. Protein sebagai nutrisi yang sangat mempengaruhi pertubuhan ternak. Meskipun tanpa mengabaikan unsur nutrisi yang lain.

Baca juga: Rumput Pakchong Untuk Sapi

Kandungan Protein Rumput Pakchong

Kandungan protein rumput pakchong berada pada kisaran 16,5 %, meski banyak penelitian menyebutkan yang berbeda-beda tergantung kondisi penelitian mereka. Kandungan gizi rumput pakchong dari nilai protein ini lebih besar dibandingkan jenis rumput lain seperti Odot, Gajah, dll. Sebagian besar peternak kelinci setidaknya perlu menambah jenis hijauan pakan ternak jenis rumput pakchong.

Cara Budidaya Rumput Pakchong

Kemudahan cara budidaya rumput pakchong membuat jenis rumput ini banyak berkembang. Hanya menanamkan batang stek dari rumput pakchong, maka akan mudah pertumbuhannya selama kondisi tanah subur. Pertama dengan membuat penggemburan tanah dengan lubang 30x30x30 cm, yang kemudian batang stek rumput pakchong ditancapkan posisi miring sekitar 30-45 derajat. Kedalam tancap sedalam 15-20 cm dengan ruas pertama terbenem masuk ke tanah.

Panen Rumput Pakchong

Panen rumput pakchong bisa dilakukan 40-60 hari setelah panen perdana. Cara panen rumput pakchong dengan cara ditebas pada bagian pangkal. Kemudian batang yang sisa yang sudah cukup tua bisa dibuat bibit kembali. Daun hasil tebas bisa digunakan untuk pakan ternak dengan dichoper/dicacah terlebih dahulu. Agar mudah untuk dicerna kelinci. Rumput pakchong sedikit lebih keras dibandingkan rumput odot. Sehingga baiknya dicacah dan dilayukan terlebih dahulu agar lunak untuk diberikan ke ternak.

Umur Panen Rumput Pakchong

Umur panen rumput pakchong termasuk ketegori rumput yang produktif hingga 9 tahun. Selain bisa dipanen berkala setiap 40-60 hari, kapasitas produksinya juga tergolong tinggi. Rumput pakchong bisa mencapai 1500 ton per ha per tahun.

Ternak kelinci pedaging dengan pola pakan kombinasi hijauan pakan ternak. Sebaiknya menjadikan rumput pakchong sebagai varian untuk penambahan protein. Harga pakan pabrikan sudah banyak mengalami kenaikan, hijauan pakan ternak sebagai alternatif utama agar biaya pakan lebih murah.

Sayangnya saat ini, bibit rumput pakchong masih cukup terbatas ketersediananya. Sebagian peternak masih membuat bibit untuk kepentingan ternaknya sendiri. Kedepan pengolahan rumput akan terus mengalami perkembangan agar peternakan kelinci lebih kompetitif dari harga dan pertumbuhannya yang optimal.