Jual bibit rumput pakchong Kediri berkualitas

Rumput Pakchong Untuk Sapi Sebagai Solusi Hijauan Pakan

Share this :

Rumput pakchong untuk sapi sangat memiliki banyak manfaat dan kandungan nutrisi yang bagus untuk pertumbuhan optimal. Hijauan pakan ternak sangat dibutuhkan untuk hewan ruminansia, khususnya sapi. Sebagian peternak tradisional kurang memperhatikan kualitas pakan untuk sapi peliharaannya. Sapi tetap menjadi sumber daya yang sangat potensial untuk kebutuhan pangan Indonesia. Jumlah penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, menuntut kebutuhan pangan terutama sumber protein hewani perlu dilakukan pengembangan. Ternak sapi menjadi potensial untuk turut berkembang, karena hampir seluruh bagian sapi memiliki manfaat ekonomi. Bahkan selain daging, sapi dapat menghasilkan susu sebagai nilai nutrisi bagi manusia.

Peternak Sapi Sulit Berkembang

Meski memiliki banyak manfaat, dalam pemeliharaannya sapi juga cukup mudah. Sayangnya, kondisi saat ini terdapat beberapa kesulitan peternak sapi untuk berkembang.

Rumput Pakchong Untuk Sapi
  1. Perawatan Tradisonal
    Jumlah peternak sapi cukup besar, namun sebagian besar masih merawat sapi hanya sekedar untuk kepemilikan seperti investasi. Peternak tradional hanya memelihara sekedar mencukupi makan untuk kebutuhan hari-hari besar Agama (Idul Adha) atau kebutuhan hajat tertentu. Sehingga tidak begitu memperhatikan nutrisi pakan agar dapat menghasilkan daging lebih optimal. Perawatan yang sekedarnya juga berimbas pada ketahanan sapi ketika penyakit atau virus tertentu menyerang ternak tersebut.
  2. Keterbatasan Pakan
    Hijauan pakan ternak hampir 90% dibutuhkan untuk pakan sapi. Keterbatasan ladang hijau sebagai sumber pakan semakin menipis. Pakan hijauan yang ketersediaannya relatif murah untuk didapatkan menjadi kendala. Sebagian peternak harus mengkombinasikan dengan limbah pertanian yang ada.
  3. Ketersediaan Bibit Unggul
    Pola perawatan sapi yang kurang memperhatikan manajemen beternak yang baik, membuat tingkat kualitas bibit semakin berkurang. Ketersediaan bibit yang terbatas membuat langkanya sapi untuk menyeimbangkan dengan kebutuhan pasar.

Dari beberapa kendala sulitnya berkembangnya peternak sapi, harus mulai melakukan inovasi-inovasi yang cukup efektif dan kontinue. Salah satunya dari kualitas pakan hijauan yang masih mengandalkan jenis rumput seadanya harus mulai memperhatikan jenis rumput yang ditanam. Salah satunya hasil penemuan Profesor Dr. Krailas Kiyothong.

Baca juga: Rumput Pakchong vs Odot

Rumput Pakchong merupakan hasil penemuan Prof Dr. Krailas Kiyothong di daerah Pak Chong, Thailand. Sebagai hijauan pakan ternak, rumput pakchong memiliki beberapa keunggulan dibandingkan jenis rumput yang ada saat ini. Rumput Pakchong merupakan hasil persilangan jenis rumput rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dengan Pearl millet (Pennisetum glaucum).

Kandungan Nutrisi Rumput Pakchong

Kandungan nutrisi rumput pakchong terdiri dari beberapa Protein Kasar, Lemak Kasar, Serat Kasar, Abu, Kalsium dan Phospor. Nilai kandungan nutrisi tersebut dapat dipengaruhi leh beberapa hal, antara lain ketinggian daerah penanaman, kesuburan tanah, iklim, manajemen pemeliharaan dan pemangkasan.

Protein Rumput Pakchong

Beberapa literasi menyebutkan kandungan protein rumput pakchong sekitar 16,45%. Hasil ini lebih tinggi dibandingkan rumput odot, dan rumput taiwan. Kandungan protein tersebut sangat penting untuk tumbuh kembang hewan ternak agar hasil lebih optimal.

Cara Budidaya Rumput Pakchong

Cara budidaya rumput pakchong di indonesia cukup mudah untuk dikembangkan. Daerah tropis dengan iklim yang beragam membuat tanaman rumput pakchong relatif mudah tumbuh dengan baik. Rumput pakchong ditanam melalui batang stek dengan panjang sekitar 20 cm yang ditancapkan ditanah yang sudah disiapkan. Buat bedengan agar mudah mengatur debit air agar tidak berlebihan. Jarak tanam dibuat 30 – 50 cm, lalu tancapkan bibit tersebut yang ada sekitar 3 ruas.

Usia Panen Rumput Pakchong

Usia panen rumput pakchong bisa mencapai umur produktifitas hingga 9 tahun. Rumput pakchong dipanen setiap 40-50 hari setelah masa pemanenan awal. Tingkat produksifitas rumput pakchong dapat mencapai 1500 ton per ha per tahun. Hal ini tergolong paling maksimal dibandingkan jenis rumput lainnya.

Namun meskipun rumput pakchong memiliki banyak keunggulan sebagai hijauan pakan ternak dari jenis rumput. Dalam pemberian ransum pakan untuk ternak ada baiknya menggunakan bahan yang bervariasi agar kebutuhan nutrisi bisa saling melengkapi.

Rumput pakchong saat ini masih terbatas ketersediaan bibitnya. Hal ini dikarenakan masih baru diketahui beberapa peternak dan sebagian besar masih menggunakannya untuk perolehan bibit. Dengan sekian banyak keunggulan rumput pakchong ini, maka ada baiknya untuk segera memanfaatkan lahan untuk menanam rumput pakchong.