Rumput Pakchong vs Odot

Rumput Pakchong vs Odot

Share this :

Rumput Pakchong vs Odot memiliki perbedaan yang sangat tampak secara fisik. Hijauan pakan ternak berdasarkan kualitasnya secara umum terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Leguminosa, Rumput dan limbah pertanian. Keduanya termasuk jenis hijauan pakan ternak jenis rumput. Jenis rumput ini perlu dperhatikan oleh para peternak, untuk mencukupi kebutuhan nutrisi hewan ternaknya. Jenis rumput masih banyak dijumpai oleh peternak pada umumnya, karena selalin mudah tumbuh juga hampir tidak perlu perawatan. Dengan rumput seadanya yang tumbuh, tanpa memperhatikan nutrisi dan produktifitasnya, peternak pada masa tertentu akan kesulitan mencari hijauan pakan. Utamanya musim kemarau yang terjadi kelangkaan sumber air, maka jenis rumput dengan perakaran yang pendek akan mudah kering. Selain itu, nutrisi yang tidak maksimal membuat ternak menjadi kurang optimal dalam pertumbuhannya.

Pertumbuhan penduduk yang semakin besar, maka menuntut kebutuhan pangan juga berimbang. Kebutuhan daging sebagai bahan pangan perlu ditingkatkan produktifitasnya agar tercukupi. Jika peternak masih mengandalkan pola lama dengan rumput yang seadanya maka akan semakin tertinggal pencapaian hasilnya, dan ini berakibat juga pada keuntungan ekonomi. Riset dan inovasi tentang hijauan pakan ternak perlu dilakukan untuk mencapai titik kebutuhan pangan berupa protein naati menjadi berimbang dengan bertumbuhnya penduduk. Terbaru yaitu rumput Pakchong, yang merupakan jenis rumput hasil persilangan jenis rumput rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dengan Pearl millet (Pennisetum glaucum). Rumput ini dikembangkan oleh Prof. Dr. Krailas Kiyothong yang dilakukan didaerah Pak Chong, Thailand. Rumput jenis ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik dibandingkan rumput lain dengan produktifitas yang tinggi.

Perbedaan yang mencolok antar rumput pakchong dan odot secara fisik yaitu ketinggian pohon. Rumput odot hanya memiliki ketinggian sekitar 1 meter, namun rumput pakchong mampu tumbuh tinggi 6 meteran. Asal rumput odot dari luar negeri, meskipun jenis rumput odot adalah varietas rumput gajah (Pennisetum purpureum). Sebutan rumput ini Dwarf Elephant Grass atau Mott Elephant Grass yang ditemukan oleh Dr.W. Hanna di Georgia, USA lalu dikembangkan lebih lanjut oleh Dr. Mott dan koleganya di Florida, USA. Rumput odot ini mulai masuk sekitar tahun 2007 yang dibawa oleh tenaga kerja indonesia yang kerja di Kanada. Untuk nutrisi yang dihasilkan hanya berbeda sedikit dengan rumput pakchong. Beberapa penelitian menyebut rumput odot mengandung protein kasar 14%, sedangkan pachong sekitar 16%. Keduanya cukup bagus untuk dijadikan variasi dan kombinasi hijauan pakan ternak harian.

Tabel Perbedaan secara umum:

PerbedaanRumput PakchongRumput Odot
Protein Kasar12-14 %16 %
Ciri fisikBatang keras, tinggi mencapai 6 meterBatang lunak, tinggi 1 meter
Produktifitasmencapai 1500 ton/ha/tahunmencapai 60 ton/ha/tahun
Interval Panen50 hari40 hari

Pemberikan hijauan pakan ternak untuk kambing, sebagian banyak orang lebih menyukai odot sebagai pakan. Karena tingkat kelunakannya disukai oleh kambing, sedangkan pakchong harus dilakukan cooper terlebih dahulu untuk memudahkan kambing mengkonsumsi nya. Disamping itu tingkat kecernaan rumput odot bisa menjapai 65-70% , sehingga tingkat penyerapan nutrisi lebih maksimal. Meskipun terdapat perbedaan antara rumput Pakchong dengan Odot, namun keduanya layak untuk dijadikan kombinasi hijauan pakan. Akan lebih maksimal jika ransum pakan ditambahkan jenis Leguminosa dan beberapa limbah pertanian agar mencapai biaya rendah dalam pakan ternak.

Baca juga: Bibit Rumput Odot

Termasuk dalam penanamannya keduanya tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Karena ditanam dengan cara stek batang, hanya jarak tanam saja yang perlu disesuaikan. Baik Pakchong dan Odot keduanya bisa dijadikan tanaman monokultur, yaitu satu lahan/bedengan hanya ditanam satu jenis saja. Namun agar lebih efektif pemanfaatan lahannya lebih baik dipadukan kedua jenis tersebut. Yaitu ditanam di sela-sela masing tanaman agar lebih maksimal dan beragam dalam pemanfaatan lahan untuk hijauan pakan ternak.